Wednesday, November 7, 2012

MATI sebelum MATI

Matilah kamu sebelum mati?...ini berhubungan dengan kisah diri, Aku mencoba untuk mencari tahu tentang bagaimana cara mati tetapi sebelum matinya badan. Awalnya tidak tahu lalu mencari tahu, akhirnya ingin tahu dan saat ini dapat tahu secara proses hari ke hari saya semakin tidak tahu, yang artinya kita mau diajarkan oleh kehidupan sehari-hari yang selalu dihadapi dengan menerima apapun masalah yang kita buat atau yang kita rasa tidak membuat ( datang secara tidak kita sadari / secara dadakan ). Saya mencoba tuk selalu membawa persoalan ini kepada Tuhan yang saya yakini secara sifatnya yang dikatakan ada, tahu so saya merasa diajarkan melalui hati saya yang tidak bisa dilihat dengan kasat mata tapi bisa dirasakan bila orang selalu mengImaninya secara baik dan selalu berpositif tingking ( berfikir baik terhadap diri maupun diluar diri dari ), dan sering-sering mengingat perbuatan yang baik, perkataan dan penerimaan. Bila saya tergoda dengan datangnya masalah yang menurut saya tidak saya buat lalu saya cepat-cepat berfikir mohon ampun dan saya mencoba untuk menyerahkan kepada yang saya yakini ( berwudhu dan melakukan sholat ) atau ( menyadari diri ini untuk menerima dan merasakan pelajaran baik salah maupun benar ). Saya berusaha selalu menerima sekalipun yang saya tidak sukai, dan ternyata sering saya menerima dan semakin banyak yang saya terima semakin terasa bahwa saya tidak punya apa-apa, melainkan ada yang membantu saya untuk selalu menemani dalam suka dan duka. Nah dari situ saya mulai memberanikan mengatakan saya harus mengenal diri saya sendiri untuk dapat merasakan bersahabat dengan diri, bukan hanya yang saya merasakan baik tetapi saya berbuat salahpun untuk menjadi tahu mana yang baik dan mana yang salah itu langsung saya rasakan dan hasilkan secara sadar. Setiap saya bangun tidur saya mendahulukan mengingat diri yang mendampingi dan bila saya ingin tidurpun saya ingat diri yang selalu menemani kemanapun pikiran ini saya dekati agar semakin saya merasa memikili sahabat yang terdekat sisi kiri dan sisi kanan yang semua itu selalu baik dengan jasat saya maka saya berani mengatakan dia sahabat-sahabat saya yang selalu menemani kemanapun dan dimanapun saya bergerak. Disinilah sayapun mencoba untuk mematikan diri dan merasakan matinya sebuat jasad yang saya yakini ini tidaklah sakit atau takut, ini semua terdaji karena saya yang membuat men.....jadi..... Saya menyibukan terus-menerus dengan hari / waktu yang saya buat dan tidak toh semua ternyata saya yang menginginkannya bukan disediakan dengan adanya. Maka saya selalu mencoba menyelesaikan dihari dan waktu bukan meninggalkan waktu ( membiarkan waktu terbuang ). Saya ingin membagi pengalaman ini mungkin bisa digunakan kepada yang membutuhkan, Saya hanyalah seorang yang belajar dari apa yang ada diproses saya. Mati itu sesungguhnya kita diajarkan untuk mengenal diri dulu baru kemungkinan bisa mengenal yang menciptakannya, dari diri mengenal orang tua lalu lingkungan lalusekelilingnya, agar dapat sensitif dan aktif dalam berpositif berfikir dan melakukan. Saya terus berjalan sesuai waktu yang sudah ditentukan akan meningalkannya secara sadar ( MATI ) jasad ini. Kita semua bisa melakukan asal mau yang sederhana dan rutin. Matinya akan kemana?...dan bagaimana?....itu dapat dipelajari dengan mudah dan pasrah agar kita dapat bersama-sama untuk menuju diri dengan kata PINTU dengan sebuah kunci diri yang kunci ini bernama HATI yang tulus, HATI dengan MATI satu bahasa sama dengan hidup dan mati bahwa kita semua hanyalah program yang diberi rasa agar seolah-olah kita ADA. Saya mau mengajak anda untuk bersama-sama bercerita dan membagi pengalaman. Terimakasih berkah pembaca yang bijaksana dan semoga kita selalu dalam lindunganNya...Amin.

No comments:

Post a Comment